EFEKTIVITAS FUNGISIDA BAHAN AKTIF MANKOZEB UNTUK MENGENDALIKAN HAWAR DAUN KENTANG (Phytopthora infestans)

Riza Ulil Fitria

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektifitas fungisida berbahan aktif mankozeb 80% terhadap serangan patogen Phythopthora infestans pada kentang. Penelitian ini dilaksanakan di desa Sumberbrantas, Kota Batu mulai bulan Oktober – Desember 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari A.Mankozeb 80% dosis 4gr/lt, B. Mankozeb 80% dosis 3gr/lt, C. Mankozeb 80% dosis 2 gr/lt D. Mankozeb 80% dosis 1 gr/lt, E.Kontrol (Tanpa perlakuan).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Di lokasi Sumberbrantas- Batu, Mankozeb 80% dengan dosis yaitu 4 gr/l dan 3 gr/l  efektif terhadap penyakit hawar daun kentang (P.insfestans) pada tanaman kentang dengan kemampuan menekan serangan masing-masing sebesar 77,99% dan 66,578%, dengan produksi 6,9 ton/ha dan 7,9 ton/ha. Di lokasi Nongkojajar-Pasuruan, fungisida Mankozeb 80% kurang efektif terhadap penyakit hawar daun kentang P.infestans .

Keywords

Efektifitas, Fungisida, Hawar daun kentang

Article Metrics

Abstract view : 263 times
PDF view : 358 times

Full Text:

PDF

References

Abeygunawardena,D.V.W. 1960. Experiment on The Fungicidae Control of Late Blight of Potato II. Some Aspects on Improvement of The Field Control of Epiphyfotic Tropical. Agriculture in Ceylon 116. p.125-130.

Beaumont,A.1948. The depedence on the weather of the date of outbreak of potato blight epedermis. Trans. Br. Mycol. Soc. 31:45-53

BPS (Badan Pusat Statistik). 2009. Luas panen, Produksi dan Produktivitas Kentang, 2009−2011. http://www.bps.go.id. diakses 16 Desember 2016.

Correa RM.JEBP Pinto,CABP Pinto, V Faquin, E Reis, AB Monteiro, WE Dyer. 2008. Acomparison of potato seed tuber yields in beds, post and hydroponic systems, Sci Hort,116 :17-20

Hanm,P.B. 2007. The Canon of Potato Science :9. Soil-Borne Fungi. Potato Pres 50 : 239- 241. Doi 10.1007/S.11540-008-0904.x (26 juni 2010).

Irasakti, L. dan Sukatsa. 1987. Uji kemempanan beberapa fungisida terhadap penyakit bercak coklat pada tanaman padi. Gatra Penelitian Penyakit Tumbuhan dalam Pengendalian Secara Terpadu, PFI, Surabaya, 24-26 Nopember. Hal. 55-70.

Lapwood,DM. 1961. Laboratory assessment of the suspectibility of potato haulm to blight P infestans Eur.pot jour.4 (2): 117-126

Jeger,M.J.,G.A.Nide, P.H.J.F.Van den Boosert,A.J. Termorshuizen and P.Van. Baarlen. 1996. Pathology and Control of Soilborne Fungal Pathogen of Potato. Potato pes.39 :437-469.

Priou, S., A.P. Aley, E. Chujoy, B. Lemaga, and E. Frenh. 2011. Integrated Control of Bacterial Wilt of Potato. http://www.cipotato.org/csd/materials-/Publications/guiaing.pdf diakses 3 Januari 2017.

Puslitbang Hortikultura. 2008. Pengembangan Varietas Kentang Prosesing mendukung Industri Potato Chips di Indonesia. Bahan Pers Release. Puslitbang Hortikultura. Jakarta.

Semangun, H. 2000. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Semangun, H. 2006. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada. University Press, Yogyakarta. 754 hal.

Sengooba,T.and J.J.Hakiza. 1999. The Current Status of Late Blight Caused by Phytophthora insfestans in Africa with Empasis on Eastern and Soutern Africa. In Crisman, Land C. Lizarraga (Eds). Late Blight a Threat to Global Food Initiative on Late Blight Conference, March 10-19,1999. Quito-Equador.pp.25-28.

Sugama, I.W. dan A. Rochjadi. 1989. Kemempanan beberapa fungisida menekan serangan jamur Hemileia vastatrix Berk & Br. pada tanaman kopi arabica. Prosiding Kongres Nasional X dan Seminar PFI, Bali. Hal. 415-416.

Suhardi, 1981. Dinamika populasi penyakit busuk daun P infestans Mont De Bary. Pada tanaman kentang di kebun percobaan Segunung. Bul. Penel. Hort. Vol X, No. 1 1983. Hal. 36-44.

Sunaryono,H.,S. Sahat dan H.Iriany. 1979. Usaha untuk mendorong pembentukan umbi berukuran bibit pada tanaman kentang. Bul. Penel. Hort. 7 (4): 43-48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.