KELIMPAHAN POPULASI Helopeltis sp. DAN TINGKAT KERUSAKAN BUAH KAKAO DI KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA

Siska Chiko Efendi, Vindy Fetricia Amanda, Yaherwandi Yaherwandi

Abstract

ABSTRAK

Dharmasraya merupakan kabupaten yang berpotensi untuk pengembangan kakao, terbukti dengan meningkatnya luas areal perkebunan setiap tahun. Pengembangan kakao di Dharmasraya dihadapkan pada beberapa kendala yang mengakibatkan produksi kakao rendah, salah satunya adalah serangan kepik penghisap buah kakao (Helopeltis sp.) Tujuan penelitian ini adalah mempelajari kelimpahan populasi dan tingkat kerusakan kepik penghisap buah kakao. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya yang terdiri dari tiga nagari yaitu Siguntur, Sitiung dan Gunung Medan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019. Penelitian ini berbentuk survei menggunakan metode Purposive Random Sampling. Penentuan tanaman sampel dilakukan secara sistematis, sehingga terdapat 30 batang tanaman sampel pada satu lahan. Serangga contoh dikoleksi dengan cara hand collecting dan teknik chemical knock down. Kelimpahan kepik penghisap buah kakao yang diperoleh pada penelitian tergolong rendah yaitu 79 individu dengan rata-rata 0,23-0,36 individu/batang. Persentase kerusakan tergolong tinggi terdapat di Nagari Siguntur yakni 81,43% dan terendah di Nagari Gunung Medan yakni 70,36%. Intensitas kerusakan yang tertinggi terdapat di Nagari Siguntur yakni 73,12% dan terendah di Nagari Gunung Medan yakni 68,15%.

ABSTRACT

Dharmasraya is a district that has the potential for cacao development, proven by increasing the cacao plantation area every year. Cacao development in Dharmasraya was faced with several obstacleswhich resulted in low cacao production. One of the obstacles  in the cultivation process is (Helopeltis sp.) Therefore,the purpose of this research was to study the population abundance and the damage levels of to cacao fruit sucking bugs. Research was carried out in SitiungSubdistrict, Dharmasraya which consisted of three nagari namely Siguntur, Sitiung and Gunung Medan. The research began in November 2018 to January 2019. This research was a survey using the Purposive Random Sampling  method. The sample plants were determine   systematically, so there were 30 plant samples in each nagari. Insect samples were collected by hand collecting and chemical knock down techniques. The abundance of cacao fruit sucking bugs was 79 individuals, with averages were 0.23 – 0.36 individual / plant. The percentage of damage was high, where the highest was obtained in Siguntur 81.43% and the lowest was in Gunung Medan 70.36%.  In addition, the highest damage intensity was found in Sigunturthat was 73.12% and the lowest in Gunung Medan that was 68.15%.

 

Keywords

Cacao; Dharmasraya; Hama; Helopeltis sp.; Hemiptera; Pest

Article Metrics

Abstract view : 35 times
PDF view : 51 times

Full Text:

PDF

References

Afriyanti. 2014. Kepadatan Populasi Hama Kepik Penghisap Buah (Helopeltis theivora) pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L) di Jorong Siduampan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat: STKIP PGRI Sumatera Barat.

Anggraini, F. 2012. Kepadatan Hama Kepik Penghisap Buah (Helopeltis sp.) yang Ditemukan pada Tanaman Kakao di Daerah Lubang Panjang Kecamatan Baringin Kota Sawah Lunto. [skripsi] Padang: STKIP PGRI Sumatera Barat.

Atmadja, W.R dan S. Suriati. 2009. Keefektifan Minyak Selasih (Ocimum basilicum dan Ocimum minimum) Terhadap Mortalitas Helopeltis antonii Sign pada Inang Alternatif. In Prosiding Simposium V Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Bogor.

Badan Pusat Statistik Dharmasraya. 2016. Data Dinas Perkebunan. Dharmasraya: Bappeda dan BPS Dharmasraya.

Barthakur, B.K. 2011. Recent Approach of Tocklai Toplant Protection in Tea in North East India. Science and culture. 77 (9-10): 381-384.

Dinas Perkebunan Sumatera Barat. 2007. Laporan Situasi Tanaman Perkebunan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2006. Dinas Perkebunan. Padang.

Darwis, M. dan W.R. Atmadja. 2010. Pemanfaatan Sepuluh Jenis Tanaman Obat dan Aromatik untuk Pengendalian Hama Helopeltis theivora Watch. In Prosiding Seminar Nasional VI Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI): Peranan Entomology dalam Mendukung Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat (pp. 328-336). Bogor.

Dinas Perkebunan Sumatera Barat. 2007. Laporan Situasi Tanaman Perkebunan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2006. Dinas Perkebunan. Padang.

Direktorat Jendral Perkebunan. 2017. Statistik Perkebunan Indonesia Kakao. Kementrian Pertanian. Jakarta.

Fitriani, W. 2011. Kepadatan Populasi Kepik Penghisap Buah (Helopeltis theivora) pada Perkebunan Kakao (Theobroma cacao L.). Skripsi. Padang Mardani Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam.

Indriani, D.P. 2004. Strategi Pengolahan Perkebunan Kakao dalam Mengatasi Serangan Helopeltis antonii Menuju Agroekosistem Kakao Berkelanjutan di Afdeling Rajamandaka PTPN VIII Jawa Barat. Thesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.

Karmawati, E. 2009. Hama Penghisap Buah Kakao Helopeltis sp. (Hemiptera: Miridae) pada Tanaman Kakao di Kecamatan Wonogiri. E- jurnal Agrotekbis 5 (3): 300-307.

Kresnawaty, I., A. Budiani, A. Wahab, dan T.W. Darmono. 2010. Aplikasi Biokaolin untuk Perlindungan Buah Kakao dari Serangan PBK, Helopeltis spp. dan Phytophthora palmivora. Menara Perkebunan. 78 (1): 25-31.

Odum, E.P. 1971. Fundamental of Ecology. W.B. Saunders, Philadelphia.

Roy, S., A. Mukhopadhyay, and G. Gurusubramanian. 2011. Resistance to Insecticides in Field Collected Populations of Tea Mosquito Bug (Helopeltis theivora Waterhouse) from the Dooars (North Bengal, India) Tea Cultivations. Jentomol Res Soc. 13 (2): 37-44.

Siswanto dan E. Karmawati. 2012. Pengendalian Hama Utama Kakao dengan Pestisida Nabati Agen Hayati. Bogor. Jurnal Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. 11 (2): 99-103.

Susniahti, N., Sumeno dan Sudarajat. 2005. Bahan Ajar Ilmu Hama Tumbuhan. Universitas Padjadjaran. Bandung.

Wijngarden, P.M.V., M.V. Kessel and A.V. Huis., 2007. Oeciphylla longinoda (Hymenoptera: formicidae) as a Biological Control Agent for Cocoa Capsids (Hemiptera: Miridae). Proth net entomol. 18 – 2007.

Wiryadiputra, S. 2007. Pemapanan Semut Hitam (Dolichoderus thoracicus) pada Perkebunan Kakao dan Pengaruhnya terhadap Serangan Hama Helopeltis spp. Pelita Perkebunan. 23 (1): 57-71.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.