APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN, SITOKININ DAN GIBERELIN PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

Fatimah Nursandi, Untung Santoso, Ishartati Erny, Alfia Pertiwi

Abstract

ABSTRAK

Produktivitas bawang merah Indonesia 9.43 ton/ha/tahun tergolong rendah menempati urutan 115 di dunia dan urutan 34 di Asia. Zat pengatur tumbuh telah digunakan pada tanaman bawang untuk meningkatkan produktivitas. Zat pengatur tumbuh biasanya digunakan secara tunggal. Pada penelitian ini aplikasi ZPT dilakukan saat pratanam menggunakan prokar dan pasca tanam menggunakan pronas.  Prokar mengandung deltametrin, natrium para-nitrofenol, natrium orto-nitrofenol, natrium 5-nitroguaiakol, naphthalene acetic acid, ositetrasiklin sedangkan pronas mengandung thidiazuron, benzil amino purin, giberelin. Tujuan penelitian adalah mempelajari respon tanaman bawang merah Varietas Batu Hijau dengan perlakuan ZPT prokar pada saat pratanam dan ZPT pronas pada saat pasca tanam.  Hasil penelitian menunjukkan perendaman umbi bawang merah dengan ZPT prokar dengan konsentrasi 10 ml/l selama 30 menit dan aplikasi ZPT pronas satu kali pada umur 30 HST dengan konsentrasi 10 ml/l, aplikasi pronas 2 kali umur 20 dan 30 hari setelah tanam (HST) dengan konsentrasi 5 ml/l dan konsentrasi 10 ml/l dapat meningkatkan  jumlah akar, bobot basah total/rumpun dan bobot basah umbi/rumpun. 

  ABSTRACT

The productivity of Indonesian shallots at 9.43 tons/ha/year is low, ranking 115th in the world and 34th in Asia. Growth regulators have been used in shallot plants to increase productivity. Plant growth regulators (PGRs) are usually used alone. In this study, the PGRs application was carried out during pre-planting using Prokar and post-planting using pronas. Prokar contains eltamethrin, sodium para-nitrophenol, sodium ortho-nitrophenol, sodium 5-nitroguaiakol, naphthalene acetic acid, oxytetracycline while pronas contains thidiazuron, benzyl amino purine, gibberellin. The aim of the study was to study the response of the Batu Hijau Variety of shallots to the treatment of PGR prokar at pre-planting time and PGR pronas at post-planting time. The results showed that the soaking of shallot bulbs with PGR prokar at a concentration of 10 ml/l for 30 minutes and application of PGR pronas once at the age of 30 days after planting (DAP) with a concentration of 10 ml/l, the application of pronas twice at the age of 20 and 30 DAP with a concentration of 5 ml/l. and a concentration of 10 ml/l can increase the number of roots, total fresh weight/clump and tuber fresh weight/clump.

 

Keywords:  Allium cepa, auksin, shallot, gibberellin, cytokinin

Keywords

Allium cepa, auksin, bawang merah, giberelin, sitokinin, shallot, gibberellin, cytokinin

Article Metrics

Abstract view : 1065 times
PDF view : 669 times

Full Text:

PDF

References

Adhiwibowo, K dan G. Aurora. 2020. Distribusi Perdagangan Komoditas Bawang Merah Indonesia 2020. BPS RI.

Badan Pusat Statistik. 2019. Ringkasan Eksekutif Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia Berdasarkan Hasil Susenas September 2019. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Baswarsiati, E. Korlina, M. Yuniarti, S. Soegiayarto, Putrasamedja. 2004. Deskripsi Bawang Merah Varietas Batu Ijo. No. 368. Kpts / LB. 240/ 6/ 2004.

Devi, J., R. Singh and I. Walia. 2018. Effect of Foliar Application of GA3 and NAA on Onion -A REVIEW. Plant Archives. 18(2):1209-1214.

Ouzounidou, G., A. Giannakoula, M. Asfii, and I. Ilias. 2011. Diffrential Responses of Onion and Garlic Against Plant Growth Regulator. Pak. J. Bot., 43(4): 2051-2057.

Patel, M.J., H.C. Patel, and J.C. Chavda. 2010. Influence of Plant Growth Regulators and their Application Methods on Yield and Quality of Onion (Allium cepa L.). The Asian Journal of Hort. 5(2):263-265.

Peleg, Z., and E. Blumwald. 2011. Hormone Balance and Abiotic Stress Tolerance in Crop Plants. Current Opinion in Plant Biology. 14(3): 290-295.

Sakakibara, H. 2006. Cytokikins: Activity, Biossynthesis, and Translocation. Annu. Rev. Plant Biol. 2006. 57:431–49.

Sharma, A.K., S. Kumar, and G.L. Yadav (2013). Effect of Bioregulators on Productivity and Quality of Rabi Onion (Allium cepa) in Semi-arid Regions of Rajasthan. Annals of Biology, 29(1): 1-2.

Simangunsong, N.L., R.R. Lahay dan A. Barus. 2017. Respon Pertumbuhan dan Poduksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Konsentrasi Air Kelapa dan Lama Perendaman Umbi. J. Agroteknologi. FP. USU 5(1) (3):17-26.

Simatupang, S, T. Sipahutar, and A.N. Sutanto. 2017. Kajian Usahatani Bawang Merah dengan Paket Teknologi Good Agriculture Practices. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 20 (1):13–24.

Taiz I, and E. Zeiger. 2010. Plant Physiology. Sinauer Associates. Inc Sunderland.

Trivedi, A., and K.N. Dhumal. 2017. Effect of Micronutriens, Growth Regulator and Organic Manure on Yield, Biochemical and Mineral Component of Onion (Allium cepa L.) Grown in Vertisols. Int. J.Curr. Microbiol. App.Sci. 6 (5):1759-1771.

Verma, V., P. Ravindran, and P.P. Kumar. 2016. Plant Hormone-Mediated Regulation of Stress Responses. BMC Plant Biology. 16(1): 86.

Yanuarti, A.R dan M.D Afsari. 2016. Profil Komoditas Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting:Komoditas Bawang. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.