PENGARUH JENIS KOMODITI KEDELAI (ORGANIK DAN ANORGANIK) DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP UMUR SIMPAN SUSU KEDELAI

Frida Dwi Anggraeni, Ririen Prihandarini

Abstract

Susu kedelai diproduksi dari ekstraksi kedelai. Permasalahan utama yang sering dihadapi selama produksi susu kedelai adalah susu kedelai yang mudah rusak jika disimpan pada suhu dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komoditas kedelai (organik dan anorganik) terhadap umur simpan susu kedelai “La Soya” yang disimpan pada suhu 5oC, 10oC, dan 25oC dengan pengujian fisikokimia (viskositas dan pH), mikrobiologi, dan organoleptik (uji skoring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa viskositas susu kedelai pada suhu refrigerasi meningkat selama 28 hari penyimpanan. Produk ini juga masih memiliki pH konstan sekitar 6,5 sampai 7 yang sesuai dengan standar SNI. Dari hasil TPC menunjukkan bahwa tidak ada pertumbuhan mikrobia selama penyimpanan sampai 28 hari untuk susu kedelai organik dan anorganik pada suhu 5oC dan 10oC. Akan tetapi susu kedelai yang disimpan pada suhu 25oC (suhu ruang) sudah terdapat pertumbuhan mikrobia sejak penyimpanan 12 jam. Dari pengujian organoleptik dengan parameter warna, aroma dan rasa, pada susu kedelai anorganik memiliki estimasi umur simpan yang lebih lama dibanding susu kedelai organik yaitu 22 hari pada suhu 5oC.

Keywords

susu kedelai organik dan anorganik

Full Text:

PDF

References

Adnan, Moch., (1984). Kimia dan

Teknologi Pengolahan Air Susu.

Yogyakarta : Andi Offset.

Andarwulan, N. dan P. Hariyadi. 2004.

Perubahan mutu (fisik, kimia,

mikrobiologi) produk pangan selama

pengolahan dan penyimpanan produk

pangan. Pelatihan Pendugaan Waktu

Kedaluwarsa (Self Life), Bogor, 1-2

Desember 2004. Pusat Studi Pangan

dan Gizi, InstitutPertanian Bogor

Anonim, 2013. Ini Perbedaan Kedelai

Lokal dengan Impor.

www.kompas.com

Ekawati, I., 2009. Proses Budidaya

Kedelai Sistem Organik di Kabupaten

Sumenep. Jurnal Agritek Volume 10

nomor 2

Fitriyanty, N., 2010. Penentuan Umur

Simpan Yoghurt Kacang Hijau

(Phaeseolus radiatus, Linn). Diakses

dalam

http://repository.ipb.ac.id/handle/12345

/62282

Fujimaki M, Yamashita, M, Okazawa, Y

dan Arai, S. 1970. Applying proteolytic

enzymes on soybean : Diffusable bitter

peptides and free amino acids in peptic

Hydrolysate of soybean protein

dalam Hartoyo, L. K. 1994. Usaha

mengurangi rasa pahit pada tepung

tempe kedelai produksi beberapa

pengrajin tempe di Bogor. Tesis. Pasca

Sarjana IPB. Bogor.

Hariyadi, P., 2006. Handout dan Modul

Pendugaan dan Penentuan Umur

Simpan Produk Pangan, SEAFAST

Center/Departemen ITP, Fateta, IPB.

Diakses pada

http://www.seafast.ipb.ac.id

Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian “AGRIKA” , Volume 7, Nomor 2, November 2013

Ismanto, T., Utami, S., Al Suratim,

H.,2013. Pengaruh Lama Penyimpanan

Dalam Refrigerator Terhadap Berat

Jenis Dan Viskositas Susu Kambing

Pasteurisasi. Jurnal Ilmiah Peternakan

(1) : 69-78

Koswara, S., 1997. Susu Kedelai Tidak

Kalah dengan Susu Sapi. Diakses

dalam

http://www.indomedia.com/intisari/diet

htm

Maitimu, C. V., Legowo, A.M., Al Baari,

A.N., 2012. Parameter Keasaman Susu

Pasteurisasi Dengan Penambahan

Ekstrak Daun Aileru

(WrightiaCaligria). Jurnal Aplikasi

Teknologi Pangan. Vol. 1 No. 1, 2012

SNI 01--‐3830--‐1995. Susu Kedelai.

Badan Standarisasi Nasional, Jakarta

Suwito, W., 2010. Bakteri yang Sering

Mencemari Susu : Deteksi, Patogenesis,

Epidemiologi, dan Cara

Pengendaliannya. Jurnal Litbang

Pertanian 29 (3)

Winarno, 2002. Penentuan Waktu

Kadaluarsa Produk Pangan. Mbrio

Press. Bogor

Refbacks

  • There are currently no refbacks.