EKRAF BATIK MALANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Sopanah Sopanah, Syamsul Bahri, Mohammad Ghozali

Abstract

Keberhasilan Ekonomi kreatif dalam sebuah negara telah terbukti dengan banyaknya kontribusi yang disumbangkan dalam PDB termasuk di Indonesia. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat, kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2015 adalah Rp 642 triliun dan pada 2016 menjadi Rp 922,59. Berangkat dari poin inilah, ekonomi kreatif berkembang pesat di Indonesia tak terkecuali di Malang Raya. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal (budaya lokal) yang menjadi kekhasan di pada masing-masing wilayah Malang Raya yakni  Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini yakni menemukan sub ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal pada batik Malang untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global. Berdasarkan hasil penelitian di tahun sebelumnya terdapat 3 subsektor ekonomi kreatif  yang memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Malang Raya yaitu subsektor kriya, fashion dan kuliner. Dari tiga subsektor tersebut peneliti akan fokus pada pengembangan ekonomi kretif berbasis kearifan lokal baik di Kota Malang, Kabupaten Malang, maupun di Kota Batu. Setelah dilakukan penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa Batik masuk kedalam tiga subsektor ekonomi kreatif diantaranya subsektor kriya, fashion dan desain produk.

Keywords

Ekonomi Kreatif; Kearifan Lokal; Batik; Industri; Edukasi

Article Metrics

Abstract view : 65 times
PDF view : 31 times

Full Text:

PDF

References

Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2008. Menuju Visi Ekonomi Kreatif Indonesia, Departemen Perdagangan RI, Jakarta.

Endah Puspitosarie, 2015, Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Pacitan, Bappeda Kabupaten Pacitan

Nasir, & Yuslinaini. (2017). Analisis Pemetaan Industri Kreatif Subsektor Kerajinan Serta Dampak Peningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi (EMT), 11-17.

Nikolić, M., Filipović, M., & Pokrajac, S. (2016). Regional Competitiveness for Achieving Sustainable Development – The Case of Serbia. Industrija, 7-26, Vol.44, No.3.

Soekarti, 1995. Pembangunan Pertanian, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sopanah, 2009, Model Pemberdayaan UMKM di Malang Raya, PHB, DIKTI

Sopanah, 2013, Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui Akses Modal, Stanas, DIKTI

Sopanah, 2016, Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Malang, Bappeda Kota Malang

Sumartik. (2016). Geliat Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Branding UMKM. Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC, 344-349.

Tsertseil, J. S., Kookueva, V. V., Gryzunova, N. V., & Khaschuluun, C. (2017). Analysis and Prospects of Infrastructure Development of Innovation Regional Clusters in Russia through the Example of Specific Economic Zones of Industrial Production and Technology Innovation Types. Journal of Applied Economic Sciences, 1896-1905.Volume XII.

Tiezzi, E.,Marchettini, T., and Rossini, M. TT. 1995. Extending the Environmental Wisdom beyond the

Local Scenario: Ecodynamic Analysis and the Learning Community. Dalam Ridwan,Nurma Ali, 2007. Landasan Keilmuan Kearifan Lokal, Jurnal Studi Islam dan Budaya,P3M STAIN Purwokerto ,Ibda, Vol. 5, No. 1, Jan-Jun 2007,27-38

Wicaksono, 2016, Prospek Pengembangan Yogyakarta sebagai Kota Kreatif Berbasis Revitalisasi Warisan Pusaka Kota (Urban Heritage), Dalam Buku “Kebijakan Publik dan Pemerintahan Kolaboratif, Editor (Agustinus Subarsono), Gava Media Publishing, Yogyakarta.

Wroblewsci, Ł. (2014). The Influence of Creative Industries on the Socio-Economic Development of Regions in Poland. International Journal of Entrepreneurial Knowledge, 45-67, Volume

Utami, Ni Gusti Made, 2014, Pengembangan Industri Kreatif Di Kota Bandung Melalui Klaster Wisata, Barista, Volume 1, No 2, Desember 2014,

Refbacks

  • There are currently no refbacks.