TINDAKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL PARA PEKERJA TANI ATAS DIVERSIFIKASI PEKERJAAN DARI SEKTOR PERTANIAN KE SEKTOR PARIWISATA

Muhammad Ramadhana Alfaris

Abstract

Desa Oro-Oro Ombo adalah salah satu dusun di kota Batu yang sedang mengalami perkembangan pariwisata secara pesat karena lokasinya berdekatan dengan berbagai taman wisata buatan. Penelitian ini ingin melihat bagaimana tindakan rasional petani yang mengalami konversi pekerjaan dari petani ke industri pariwisata. Sebelumnya Oro-Oro Ombo adalah kawasan pertanian sebagai penghasil padi, jagun, apel dan susu sapi. Semenjak adanya tempat wisata BNS merangsang masyarakat untuk memanfaatkan keramaian pariwisata dengan membangun sarana penunjang wisata. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan para pekerja tani atas diversifikasi pekerjaan merupakan tindakan secara sadar berdasarkan rasionalitas para pekerja tani untuk berubah menjadi pekerja di industri pariwisata karena kondisi realita perubahan peradaban sehingga pekerjaan sebagai petani menurutnya sudah tidak bisa menjadi pekerjaan utama.

Keywords

tindakan sosial; industri pariwisata; rasional; pekerja tani

Full Text:

PDF

References

Alfaris, M. R. (2018). Peran Dan Tindakan Dewan Perwakilan Daerah Dalam Konteks Kekuasaan Dan Kewenangan Yang Merepresentasikan Rakyat Daerah. Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) (p. 212). Malang: LPPM Universitas Widyagama Malang.

Barlowe R. (1978). Land Resource economics. New Jersey. Prentice. Hall inc.

Dinas Pertanian Kota Batu. (2011). Data Dasar Potensi Pertanian Kota Batu. Batu: Dinas Pertanian Kota Batu.

Desita L, Ratna. (2007). Motivasi Petani Beralih Mata Pencaharian Ke Sektor Industri Kerajinan Logam Di Desa Cepogo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Surakarta: UNS Press.

Daldjoeni. (1997). Seluk Beluk Masyarakat Kota. Bandung.

Damsar. (2002). Sosiologi Ekonomi. Jakarta : Rajawali Pers.

Dumairy. (1997). Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Dwi A, Dinar. (2002). Pengelolaan Pendapatan Buruh Usia Remaja Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Keluarga. Surakarta: UNS Press.

Furi, D.R. (2007). Implikasi Konversi Lahan Terhadap Aksesibilitas Lahan dan KesejahteraanMasyarakat Desa. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Gunawan Imam. (2013). Metode Penelitian Kualitatif, Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Khairuddin. (1992). Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta: Liberty.

Koentjaraningrat. (1979). Pengantar Ilmu Antropologi. Aksara Baru. Jakarta.

Kustiawan A. (1997). Konversi Lahan Pertanian Di Pantai Utara Jawa. Jakarta: LP3ES Jakarta.

Moleong Lexy J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif, Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mosher, A. T. (1966). Menggerakan dan Membangun Pertanian: Syarat-syarat Mutlak Pemangunan dan Modernisasi. Jakarta: Yasaguna

Pemerintah Kota Batu. (2011). Profil Kota Batu. Batu. Pemerintah Kota Batu Batu.

Puspasari, Anneke. (2009). Faktor-faktor yang Mempengarhuhi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Petani. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Pakpahan A, Sumaryanto, Syafaat. (1993). Analisis Kebijakan Konversi Lahan Sawah KePenggunaan Non Pertanian. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.

Ritzer George. (2001). Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda, Jakarta, Rajawali Press.

________________. (2010). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Siahan Hotman M. (1989). Sejarah dan Teori Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Subali, Agus. (2005). Pengaruh Konversi Lahan Terhadap Pola Nafkah Rumahtangga Petani. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.