PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TOPENG MALANGAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE STANDARD (PKM TOM-GRIS) DI DESA KARANGPANDAN KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG

Agus Rahman Alamsyah, Ike Kusdyah Rachmawati

Abstract

Permasalahan sebagai penghambat utama antara lain: 1) kurang sempurna pengelolaan manajemen organisasi, 2) minimnya dana, 3) keterbatasan usaha produksi topeng sendiri yang berasal dari kayu, 4) minimnya sosialisasi (pemasaran) kesenian karena belum memiliki web dan medsos, 5) belum mempunyai laporan keuangan khususnya laporan keuangan yang berbasis corporate social responsibility (CSR). Beberapa metode atau pendekatan pemecahan permasalahan berupa penyuluhan, pembinaan dan pendampingan, antara lain: 1) Tata Kelola Manajemen berbasis Profit (ekonomi) tentang tata kelola manajemen padepokan, motivasi kewirausahaan dan perencanaan dan proposal bisnis (Business Plan), 2) Produksi Eco-Green berbasis Planet (lingkungan) tentang peningkatan produksi topeng mandiri dan efisien yang menggunakan bahan dasar yang ramah lingkungan (bahan kertas koran/karton), 3) Pemasaran Digital berbasis People (Sosial), 4) Laporan Tahunan Global Reporting Standard (Laporan Keberlanjutan, Laporan Kelestarian). Tujuan dari Program PKM yaitu: 1) Profit (ekonomi) yaitu: peningkatan kapasitas tata kelola manajemen organisasi, motivasi dan semangat kewirausahaan segenap pengelola/pemimpin padepokan dan anggota padepokan, memiliki Perencanaan Bisnis (Business Plan) dan akses permodalan dengan lembaga/instansi (pemerintah/swasta), 2) Planet (lingkungan) yaitu: Memiliki kemampuan dan keahlian membuat Topeng Malangan Mandiri dan Efisien (bahan kertas koran/karton dan sejenisnya) dan memiliki kemampuan pemberdayaan tenaga kerja/anggota padepokan dan masyarakat sekitar sebagai sentra topeng, 3) People (Sosial), yaitu: Meningkatnya link atau jaringan keberlanjutan usaha, 4) Mampu membuat dan menerapkan Global Reporting Standard (Laporan Keberlanjutan, Laporan Kelestarian). Hasil dari Program PKM yaitu: 1) meningkatnya kapasitas tata kelola manajemen organisasi dan semangat kewirausahaan serta meningkatnua kemampuan Perencanaan Bisnis (Business Plan) sebanyak 75%, 2) mulai tumbuhnya harapan untuk membuat topeng Malangan Mandiri dari bahan alternatif sebanyak 85%, 3) secara bertahap mulai menerapkan Global Reporting Standard (Laporan Keberlanjutan, Laporan Kelestarian) sebanyak 85%.

Keywords

topeng malangan; global reporting standard; profit; planet; people

Article Metrics

Abstract view : 26 times
PDF view : 26 times

Full Text:

PDF

References

Cheng, Megawati., dan Christiawan, Jogi Yulius. (2011). Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Abnormal Return. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol.13. 24-36.DOI: https://doi.org/10.9744/jak.13.1.24-36

Juniarti., dan Nugraha, Dessy Arta., (2015). Pengaruh Social Corporate Responsibility terhadap Respon Investor pada Sektor Industri Pertambangan. Business Accounting Review. Vol. 3. 133-143.

Milne, J.Markus., Gray, Rob., (2012). Whither Ecology? The Triple Bottom Line, the Global Reporting Initiative, and Corporate Sustainability Reporting. Spinger Science Business. DOI: https://10.1007/s10551-012-1543-8

http://kominfo.malangkota.go.id

http://pakisaji.malangkab.go.id

Refbacks

  • There are currently no refbacks.