PRODUKSI BENIH KENTANG MELALUI TEKNIK KULTUR IN VITRO

Syarif Husen, Erny Ishartati, Misbah Ruhiyat, Ratih Juliati

Abstract

Salah satu kendala utama dalam peningkatan produksi kentang di Indonesia adalah ketersediaan benih yang bermutu yang jumlahnya masih terbatas dan belum dapat memenuhi kebutuhan petani. Untuk memenuhi kebutuhannya petani sering menggunakan cara tradisional ,yaitu dengan dengan menggunakan umbi hasil panen yang telah mengalami degenerasi dan terserang penyakit. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan benih kentang unggul bebas virus yang dihasilkan dari teknik kultur in vitro dalam bentuk planlet. Peluang usaha untuk pengadaaan benih kentang sangat prospektif namun para penangkar masih terkendala dengan aspek teknik dalam proses produksinya. Laboratorium kultur in vitro Pusat Pengembangan Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) telah berupanya untuk melakukan produksi benih ketang dalam bentuk planlet dengan teknik kultur in vitro utamanya  dalam upaya mendukung penyediaan benih kentang bermutu untuk memenuhi kebutuhan petani penegkar benih kentang.

Keywords

benih; kentang; kultur in vitro

Article Metrics

Abstract view : 295 times
PDF view : 1510 times

Full Text:

PDF

References

Anonim.(2014) Teknis Perbanyakan Dan Sertifikasi Benih Kentang.Direktorat Perbenihan Hortikultura.Direktorat Jenderal Hortikultura. Kementrian Pertanian.Jakarta.

Dinas Pertanian Jawa Barat. (1993). Program Pembenihan Kentang di Jawa Barat” dalam “Kumpulan Makalah Training Penangkar Benih Kentang Bebas Penyakit III”. Dinas Pertanian Jawa Barat, Bandung.

Duriat, A.S. (1996). Cabai Merah Komoditas Prospektif dan Andalan. Teknologi Produksi CabaiMerah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan Litbang Pertanian

Gunawan, O.S. dan Afrizal, D. , (2009). Teknologi Aeroponik Terobosan Perbanyakan Cepat Benih Kentang”. Iptek Hortikultura. Nomor 5 September 2009. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

Hidayat I.M dan Sahat.S.(1996).Teknik Perbanyakan Umbi Bibit Kentang Secara Cepat. Monograf No.3.Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Lembang Barat.

Karjadi, A.K.(2002). Potensi Penerapan teknik Kultur Jaringan dan Perbanyakan Cepat dalamPengadaan Bibit kentang Berkualitas. Balai penelitian Tanaman Sayuran Lembang. Makalah Seminar Sehari Pengembangan KSP Sayuran Sembalun NTB, Mataram, Oktober 2002.

Karjadi,A.K (2016)Kultur Jaringan dan Mikropropagasi Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.).Iptek Tanaman Sayuran.No.008. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.Lembang.Bandung Barat.

Karjadi,A.K (2016).Produksi Benih Kentang ( Solanum tuberosum L.).Iptek Tanaman Sayuran.No.009. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.Lembang.Bandung Barat.

Karjadi,A.K (2016).Teknik Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Benih Kentang ( Solanum tuberosum L.).Iptek Tanaman Sayuran.No.010. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.Lembang.Bandung Barat.

Wattimena, G.A. ( 2000). Pengembangan Propagul Kentang Bermutu dan Kultivar Kentang Unggul dalam Mendukung Peningkatan Produksi Kentang di Indonesia”. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB, 2 September 2000, IPB Bogor. 2000.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.