Analisis Model BisnisUsahaCoffee Shop Melalui Kanvas Model Bisnis dan Peta Empati: Studi Kasus padaCoffee Shop di Malang

Bagus Ibnu Utama

Abstract

Persaingan dalam industri kuliner saat ini semakin marak, khususnya coffee shop. Keberadaan coffee shop seakan menjadi gaya hidup yang menjadi tren di kalangan masyarakat modern. Potensi pertumbuhan yang pesat didorong oleh bertambahnya jumlah mahasiswa yang ada di kota Malang. Hal ini dapat menjadi peluang bisnis yang sangat baik sekaligus juga akan meningkatkan persaingan antar pelaku bisnis dalam industri ini. Pertumbuhan konsumen Coffee Shop diiringi juga oleh pertumbuhan pelaku bisnis. Hal ini menjadikan persaingan Potensi pertumbuhan yang pesat ini dapat menjadi peluang bisnis yang sangat baik sekaligus juga akan meningkatkan persaingan antar pelaku bisnis dalam industri ini. Pertumbuhan konsumen Coffee Shop diiringi juga oleh pertumbuhan pelaku bisnis. Hal ini menuntut para pelaku bisnis untuk dapat memenangkan konsumen di tengah persaingan yang ketat sekaligus mengatasi kendala-kendala yang bisa terjadi di kota Malang semakin ketat.
Observasi awal peneliti menunjukkan dua hal yang menjadi kekurangan dari pelaku bisnis Coffee Shop di kota Malang yaitu kurangnya wawasan mengenai konsumen dan model bisnis yang belum terencana. Subjek dalam penelitian ini adalah para pelaku bisnis Coffee Shop dan konsumen Coffee Shopdi kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Metode analisis data dilakukan dengan menganalisis kanvas model bisnis dari pelaku bisnis dan menganalisis peta empati konsumen Coffee Shop. Hasil penelitian yang dapat diambil dari penelitian ini, bahwa masih kurangnya analisis yang komprehensif dalam menyusun model bisnis seperti kanvas model bisnis dan peta empati konsumen oleh pelaku bisnis Coffee Shop di kota Malang.

Kata Kunci : Coffee Shop, kanvas bisnis model, peta empati

Article Metrics

Abstract view : 1105 times
PDF view : 772 times

Full Text:

PDF

References

Adiningsih, K, P. (2012). Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Restoran Nasi Bebek Ginyo di Jakarta. Jurnal. MB-IPB

Asdhiana, I. M. (2014). Makan di Restoran Semakin Ngetren. http://travel.kompas.com/read/2014/04/04/1632122/Makan.di.Restoran.Semakin.Ngetren Diakses 10 Mei 2014

Badan Pusat Statistik Kota Malang. (2017). Kota Malang Dalam Angka 2017. Malang: Badan Pusat Statistik Kota Malang.

Collins, J. C. dan Porras, J. I. 1996. Building Your Company’s Vision. Harvard Business Review.

Dinas Pariwisata Kota Malang. (2016). Statikstik kepariwisataan 2016. Malang: Dinas Pariwisata Kota Malang.

Herlyana, E. (2012). Fenomena Coffee Shop sebagai Gejala Gaya Hidup Baru Kaum Muda. Thaqafiyyat, Vol. 13, No.1

Hisrich, R.D., Peters, P.M., Shepherd, A.D. (2013). Entrepreneurship. (9th ed). New York: Mcgraw-Hill/Irwin.

Kotler, P., dan Keller, K. L. (2012). Marketing Management (14th ed.). Harlow: Pearson Education.

Soesatyo, N., Rumambi, L.N. (2013). Analisa Credibility Celebrity Endorser Model : Sikap Audience Terhadap Iklan Dan Merek Serta Pengaruhnya Pada Minat Beli “ Top Coffee”. Jurnal Manajemen Pemasaran Vol. 1, No. 2, 2013, 1-12

Murwani, E. (2012).’Eating Out’ Makanan Khas Daerah: Komoditas Gaya Hidup Masyarakat Urban. E-Jurnal Manajemen Universitas Multimedia Nusantara.

Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business Model Generation. Hoboken: John Wiley & Sons, Inc.

Tim PPM Manajemen (2012). Business Model canvas: Penerapan di Indonesia. PPM Manajemen.

Subkhan. (2014). Orang Indonesia Habiskan Rp 17 Triliun Buat Jajan. DIkases 10 Mei 2014 dari http://www.tempo.co/read/news/2014/04/17/174571251/Orang-Indonesia-Habiskan-Rp-17-Triliun-buat-Jajan

Thompson, A. A., Peteraf, M. A., Gamble, J. E., dan Strickland, A. J. (2012). Crafting and Excuting Strategy: The Quest for Competitive Advantage: Concepts and Cases (18th ed.). New York: McGraw-Hill/Irwin

Refbacks

  • There are currently no refbacks.