Kompor Listrik Untuk Meningkatkan Kehandalan Produksi Batik Tulis di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang

Elik Murni Ningtias N, Yusuf Arif Wibowo Putra, Akhmad Rizal Fanani, Fakhri Bakti Utomo

Abstract

Batik adalah salah satu kekayaan budaya asli Indonesia yang telah diwariskan oleh nenek moyang, merupakan kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan pada kain. Kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasannya tersendiri. Berdasarkan studi yang dilakukan di salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Daerah Karang Ploso, Kabupaten Malang bernama “Batik Kalosa”, bahwa produsen batik tulis memiliki kendala dalam proses mencairkan malam serta mempertahankan level kecairan malam. Selama ini aroma gas yang digunakan untuk mencairkan malam yang mengganggu proses pembuatan batik itu sendiri. Dengan permasalahan yang dialami produsen batik, maka peneliti membuat sebuah inovasi yaitu, pembuatan kompor listrik yang bertujuan untuk meningkatan kehandalan produksi batik dan juga proses memproduksi batik tulis. Metode penelitian dimulai dari survei lokasi, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan kompor listrik, pengujian peralatan alat dan pengaplikasian alat selama 7 hari. Hasil yang didapat yaitu pencairan menggunakan kompor listrik lebih cepat 5 menit dibandingkan menggunakan kompor konvensional, dan tidak menimbulkan asap hasil pembakaran.

Keywords

Batik tulis, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kompor listrik

Article Metrics

Abstract view : 1 times
PDF view : 6 times

Full Text:

PDF

References

Andayani, S. and Tjahyono, E. (2014) ‘Peningkatan Kuantitas Dan Kualitas Produk Pada Perajin Batik Dukuh Kupang Kota Surabaya’, JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(01).

Ari, W. and Nusantara, B. (2011) ‘Makna Filosofis, Cara Pembuatan dan Industri Batik’, Yogyakarta: Penerbit Andi.

Asyari, H. and Umar, U. (2019) ‘Desain Prototipe Kompor Listrik Tenaga Surya’, Emitor: Jurnal Teknik Elektro, 19(1), pp. 6–9.

Damayanti, M. and Latifah, L. (2017) ‘Strategi Kota Pekalongan dalam pengembangan wisata kreatif berbasis industri batik’, Jurnal Pengembangan Kota, 3(2), pp. 100–111.

Kartika, Y. and Mujanah, S. (2017) ‘Ibm Kelompok Usaha Batik Di Kelurahan Sutorejo Kota Surabaya’, JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(03).

Khamid, A. and Hasyim, A. (2017) ‘Desain Kompor Listrik Tenaga Surya untuk Batik Tulis yang Ramah Lingkungan’.

Lusianti, L. P. and Rani, F. (2012) ‘Model Diplomasi Indonesia Terhadap UNESCO Dalam Mematenkan Batik Sebagai Warisan Budaya Indonesia Tahun 2009’, Jurnal Transnasional, 3(02).

Nurhayata, I. G. (2018) ‘Pengembangan Kompor Batik Listrik Otomatis Berbasis Mikrokontroller dengan Kontrol Sudut Fasa’, in. Seminar Nasional Riset Inovatif, pp. 19–26.

Soesanto, S. (1980) ‘Seni Kerajinan Batik Indonesia’, Yogyakarta: Balai Besar Kerajinan dan Batik.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.