Penyelesaian Perkara Anak Berkonflik Dengan Hukum Melalui Diversi, Demi Memperhatikan Kepentingan Terbaik Bagi Anak

Sulton Zaki Ananda

Abstract

The Son is a whole human being who is the mandate and grace of the One True God who is blessed and dignified. A child's rights must be protected in order for the child to exercise his or her rights. The protection of children's rights in Indonesia is contained in Law No. 35 of 2014 on Child Protection and Law No. 11 of 2012 on the Child Justice System. The contents of the Law concerning the general principles in providing protection to children, namely non-discrimination, the best interests of children, respect for life and development. Through normative approach and evaluation of some related literature. The author wants to clarify the issue of child rights protection that is against the law. Resolution of cases of children who conflict with the law must prioritize restorative justice by paying attention to the best interests of the child through diversion. The results showed that in the child justice system the application of diversion in children facing the law is the implementation of restorative justice that provides justice and protection for children who break the law. Protection of the law, without neglecting the criminal responsibility of the child. Diversion is an attempt at peaceful process between a child who commits an offence with the victim or his family, and is a punishment for a child who commits an offence informally.

 

Abstrak

 

Anak adalah manusia seutuhnya yang merupakan amanah dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang berharkat dan bermartabat. Hak anak harus dilindungi agar anak dapat menggunakan haknya. Perlindungan hak anak di Indonesia tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Isi dari Undang-Undang tersebut mengenai prinsip umum dalam pemberian perlindungan terhadap anak yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik anak, penghormatan terhadap kehidupan serta perkembangan. Melalui pendekatan normatif dan evaluasi dari beberapa literatur terkait. Penulis ingin memperjelas masalah perlindungan hak anak yang bertentangan dengan hukum. Penyelesaian kasus anak yang berkonflik dengan hukum harus mengedepankan restorative justice dengan memperhatikan kepentingan terbaik anak yaitu melalui diversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem peradilan anak penerapan diversi pada anak berhadapan dengan hukum merupakan implementasi dari keadilan restoratif yang memberikan keadilan dan perlindungan bagi anak yang melanggar hukum. Perlindungan hukum, tanpa mengabaikan tanggung jawab pidana anak. Diversi merupakan upaya proses damai antara anak yang melakukan pelanggaran dengan korban atau keluarganya, serta merupakan hukuman bagi anak yang melakukan pelanggaran secara informal.

Keywords

Anak berkonflik dengan hukum, Keadilan Restoratif, Kepentingan terbaik bagi anak

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.