DIGITAL MEDIA DONGENG BERBASIS ANIMASI UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI

. Nuraina, Evi Damayanti, Any Ikawati

Abstract

Di era yang serba digital sekarang ini, budaya mendongeng telah dianggap kuno dan mulai ditinggalkan. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi memberikan banyak kecepatan dan kemudahan dalam urusan kehidupan. Namun selain dampak positif dari kemajuan teknologi, ada pula dampak negatif dari segi penggunaannya. Sebagai contoh, penggunaan teknologi pada anak tanpa pengawasan dari orang tua. Banyak sekali konten dalam gadget yang tidak sesuai dengan usia mereka. Konten-konten yang tidak terfilter dengan sempurna inilah yang akan memberikan pengaruh pada perkembangan sikap dan karakter anak. Bahkan, sangat dimungkinkan bahwa karakter anak menjadi terkonstruk dari yang mereka konsumsi sehari-hari melalui konten-konten dalam gadget. Untuk itulah alangkah baiknya jika di era kecanggihan teknologi ini, dongeng dapat dikemas dengan menarik agar menjadi warisan yang dicintai oleh generasi penerus bangsa. Manfaat utama dari penelitian ini adalah adanya implementasi pembelajaran yang variatif dalam pendidikan karakter bangsa yaitu dengan menggunakan media digital dalam mendongeng. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Dari data yang diperoleh dilapangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dari digital media dongeng berbasis animasi dalam membentuk karakter pada anak usia dini.

Keywords

digital; dongeng; animasi; pendidikan; karakter

Article Metrics

Abstract view : 256 times
PDF view : 314 times

Full Text:

PDF

References

Borba, M. (2015). Membangun Kecerdasan Moral. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Cooper, R K. dan Sawaf, A. (2014). Executive EQ: Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan dan Organisasi. Alih Bahasa: Ales Tri Kantjono Widodo. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Goleman, D. (2014). Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Edisi Keenam. Jakarta: Gramedia.

Grasha, A.F., Kirschenbaum, D.S. (2015). Psychology of Adjustment and Competence. Massachusetts: Winthrop Publisher, Inc.

Ibda, Fatimah. (2015). “Emotional Intellegence dalam Dunia Pendidikan”. Jurnal Didaktika, 2(2): tanpa halaman.

Isbell, R., Sobol, J., Lindauer, L & Lowrance. (2014). “The Effects of Storytelling and Story Reading on The Oral Language Complexity And Story Comprehension Of Young Children”. Early childhood education journal, 32(3): 157–163.

King, J dan Down J. (2016). On Taking Stories Seriosly: Emotional And Moral Intellegence. Teaching Business Ethics. Kluwer Academic Publishers.

Kurniati, E. (2015). “Implementasi Pembelajaran Bahasa Jawa Sd Yang Integratif Komunikatif Berbasis Folklore Lisan Sebagai Wujud Konservasi Budaya”. Jurnal Penelitian Pendidikan. 32(2): 107-118.

Marina, Lia dan Sarlito W. Sarwono. (2013). Kecerdasan Emosional Pada Orang Tua Yang Mendongeng dan Tidak Mendongeng. Online. www.lib.ui.ac. id

Nurhadi, dkk. 2017. Bahasa Indonesia. Bandung : Erlangga

Parkin. (2014). Tales For Change : Using Storytelling To Develop People And Organization. Great Britain: Biddle’s.

Priyono, K. (2016). Terampil Mendongeng. Jakarta: Grasindo.

Raines, Shirley C. dan Isbell, R. (2017). 17 Cerita Moral dan Aktivitas Anak, terjemahan Susi Sensusi. Jakarta: PTElex Media Komputindo.

Sanchez, T. (2015). Story-Telling As An Effective Strategy In Teaching Character Education In Middle Grade Social Studies. Journal for the Liberal Arts and Sciences. (Online), (www. oak.edu/.../Sanchez_Zam_Lambert_ JLAS_S... )

Sukardi. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.