ANALISIS PENOLAKAN ANAK TERHADAP PENGOBATAN KANKER BERDASARKAN PERSEPSI ORANGTUA
DOI:
https://doi.org/10.31328/ciastech.v1i1.651Keywords:
Penolakan, Pengobatan, Anak Kanker, Orangtua, KemoterapiAbstract
Kemoterapi adalah pilihan utama untuk pengobatan kanker yang direkomendasikan hingga saat ini. Selama kemoterapi anak akan dihadapkan pada beberapa kejadian dan efek samping pengobatan. Di Kota Malang sampai saat ini masih ditemui adanya kasus penghentian pengobatan yang dilakukan oleh orangtua dengan alasan menuruti kemauan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi alasan penolakan anak menghentikan pengobatan kanker berdasarkan persepsi orangtua dengan pendekatan kualitatif secara studi kasus. Partisipan adalah 8 orangtua yang merupakan ayah dan ibu anak dengan anak kanker yang melakukan penghentian pengobatan setelah minimal menjalani protokol kemoterapi selama 1 tahun di Komunitas Sahabat Anak Kanker. Pengumpulan data dilakukan dengan joint interview dan catatan lapangan. Analisis data dengan metode content analysis dengan bantuan open code software 4.2 Dari hasil penelitian didapatkan bahwa orangtua menyatakan bahwa anak menolak melanjutkan pengobatan kanker karena faktor trauma terhadap prosedur, situasi yang kurang menyenangkan di Instalasi Gawat Darurat dan kebosanan dengan durasi kemoterapi. Peningkatan kompetensi komunikasi tenaga kesehatan dan setting unit gawat darurat khusus anak menjadi pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.References
Departemen Kesehatan, D.B.U.K. (2012). Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Ruang Gawat Darurat.
Handian, F. I., Fitria, Y., & Falah, M.R. (2017). Mendukung Kepatuhan Pengobatan dengan Berbagi Kebahagiaan dan Menjadi Sahabat: Studi Kasus di Komunitas Sahabat Anak Kanker Malang, Indonesia. The Indonesian Journal Of Health Science, 8(2), 165–170. Retrieved from
http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TIJHS/article/view/870/692.
Handian, F. I., dan Widjajanto, H. (2016). Parent Plan Action During Acute Lymphoblastic Leukemia: From Home to Complementary Medicine. Retrieved from http://eprints.ners.unair.ac.id/319/3/PARENT’S PLAN ACTION DURING ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA FROM HOME TO COMPLEMENTARY MEDICINE.pdf
Handian, F. I., Widjajanto, P. H., dan Sumarni. (2017). Motivasi, Hambatan dan Strategi Orangtua Keluarga Miskin dalam Merawat Anak dengan Leukemia
Limfoblastik Akut (LLA), (1), 1–9. Retrieved from https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/care/article/view/393/392
Imbach, P., Kuhne, T., and Arceci, R. (Eds.). (2004). Pediatric Oncology a Comprehensive Guide. New York: Springer.
Maria, L. (2009). Relationship Between Knowledge And Attitute with Communication of Nurses in Invasive Nursing on School Age Children.
McKenna, K., Collier, J., Hewitt, M., and Blake, H. (2010). Parental Involvement in Paediatric Cancer Treatment Decisions. European Journal of Cancer Care, 19(5),621–30. http://doi.org/10.1111/j.1365-2354.2009.01116.x
Ribeiro, R., and Pui, C. (2008). Treatment of acute lymphoblastic leukemia in low- and middle-income countries : Challenges and opportunities, 49 (March), 373–376.
http://doi.org/10.1080/10428190701882179
Robinson, C. H., and Thomas, S. (2004). The Interaction Model of Client Health Behavior as A Conceptual Guide in The Explanation of Children’s Health Behaviors. Public Health Nursing, 21(1), 73–84.
Sitaresmi, M.N., Mostert, S., Purwanto, I., Gundy, C.M., Sutaryo, and Veerman, A.J.P. (2009). Chemotherapy-related side effects in childhood acute lymphoblastic leukemia in Indonesia: parental perceptions. Journal of Pediatric Oncology Nursing Ediatric Oncology Nurses, 26(4), 198–207. http://doi.org/10.1177/1043454209340315