Institutional Development Of Irrigation Management Based On The Local Wisdom In Indonesia

Popi Rejekiningrum, Budi Kartiwa

Abstract

During 1980-1997, the management of water resources was done with a supply-driven approach.  This approach results in the expensive maintenance of water resources and the disregarded resources utilization of environmental sustainability.  Since 1998, The Government of Indonesia began to reform institutional irrigation with the financing supported by the World Bank. However, the institutional reforms of the irrigation have not yet reflected the exact changes as expected. Therefore, it is necessary to study the process of strengthening the institutional management of irrigation based on the local wisdom through the inventory of history series of irrigation management policy and empowerment of capacity building and institutional program of irrigation management. This paper presents an effort to develop the institutional irrigation management by exploring the local wisdom in the community. It can be used as a guide for future sustainable management of irrigation. 

JEL Classification: B30, Q15, Q25

Keywords

agriculture; Subak; Ulu-ulu; water resources; farmers’ union

Full Text:

PDF

References

Ambler. 1991. Dinamika Kelembagaan Petani, dalam Irigasi di Indonesia, disunting oleh Effendi Pasandaran. LP3ES, Jakarta.

Febriansyah, R. 1996. Meningkatkan Manfaat Ekonomi Air Irigasi dan Menjamin Keberlanjutan OP Irigasi: Beberapa pemikiran awal, rancang bangun dan manajemen irigasi mendukung sistem usahatani rakyat yang berorientasi agribisnis dan agroindustri. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Kemen PUPR. 2014. Rencana Strategis (Midterm Review) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015-2019

Pasandaran, E. 1991. Pengembangan Pengairan Jangka Panjang Tahap Kedua: Pemikiran Tentang Kebijaksanaan Strategi Pengembangan Sumberdaya Air Jangka Panjang di Indonesia. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional “Kebijakan Strategi Pengembangan Sumberdaya Air Jangka Panjang di Indonesia” di Bappenas, 4 – 5 Desember 1991. Jakarta.

Pasandaran, E dan Taryoto, A.H.. 1993. Petani dan Irigasi: Dua sisi mata uang. Lokakarya Pembangunan Berkelanjutan dan Penanggula-ngan Kemiskinan di Tingkat Lokal, Bogor 15-17 Juni 1993 Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Prabowo, A., Arif, S. S., Putra, H.T.A. dan Cahyono. 2006. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat: sejarah perjalanan irigasi di Indonesia (Periode Kerajaan sampai Reformasi). Makalah Seminar Hari Air Dunia XIV. Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Departemen Pertanian.

Rachman. B. dan Pasandaran, E. 2000. Sistem kelembagaan pengelolaan air irigasi dalam perspektif otonomi daerah dan ketahanan pangan. Makalah Disampaikan dalam Seminar Air, Lahan, dan Ketersediaan Pangan, Bogor, 16-17 November 2000. hlm. 109-114

Saptana, Hendiarto, Sunarsih, dan Sumaryanto. 2001. Tinjauan historis dan perspektif pengembangan kelembagaan irigasi di era otonomi daerah. FAE. Volume 19, No. 2, Oktober 2001 : 50 - 65

Sumaryanto dan Pakpahan, A. 1999. Peran strategis irigasi pompa dalam mendukung pengembangan produksi pangan. Prosiding Perspektif Keswadayaan Petani dalam Pengembangan Irigasi Pompa. Hasil Kerjasama Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian dengan Ford Foundation. Bogor.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.